Main Menu

Random Image

IMG_2430.JPG
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday60
mod_vvisit_counterYesterday420
mod_vvisit_counterThis week1453
mod_vvisit_counterLast week154291
mod_vvisit_counterThis month158635
mod_vvisit_counterLast month31181
mod_vvisit_counterAll days374108

We have: 4 guests, 1 bots online
Your IP: 54.204.127.191
 , 
Today: Jul 25, 2014

Chatting Online

    
Villa Murah & Nyaman
Kawasan puncak merupakan dataran tinggi dengan iklim yang dingin dan panorama alam yang indah. Itulah sebabnya kawasan ini menjadi tujuan utama warga Jakarta sekitarnya untuk untuk refreshing keluarga maupun organisasi. Bila anda berhasil memilih villa yang tepat, anda bisa merencanakan acara yang menarik untuk berbagai kegiatan seperti: istirahat, arisan, retreat, family gathering, kebaktian padang, kebaktian paskah, dan lain-lain. Kami menawarkan beberapa villa yang telah banyak diminati pengunjung karena memiliki fasilitas dan sarana akomodasi yang lengkap. Detail informasi klik di sini.
www.koleksikoor.com

Penyedia Partitur & Rekaman Audio-Video Koor

The Great Hallelujah PDF Cetak

Georg Friedrich Händel (dalam bahasa Inggris ditulis George Frideric Handel), lahir di Halle, 23 Februari 1685, meninggal di London, 14 April 1759 pada umur 74 tahun, adalah seorang komponis musik Barok Jerman yang menghabiskan sebagian besar masa hidupnya di Britania Raya. Dia dianggap sebagai pencipta terkemuka dalam musik concerti grossi, opera dan oratorio. Contoh karyanya yang terkenal adalah Water Music, Fireworks Musik dan oratorio Messiah. Dia adalah komponis besar yang diagungkan oleh banyak gereja, baik Protestan, Katolik, dan Anglikan.

Riwayat Hidup

Aliran Musik Handel dipandang kristiani walaupun kehidupannya rohaninya sering ditimbang secara duniawi. Handel menulis di Italia (di bawah pengaruh A. Scarlati) opera rohani II trionfo del tempo e del disianganno (Roma 1707) serta la resurezione (Roma 1708).

Handel dianggap piawai dalam karya-karyanya yang sakral, termasuk dalam karya-karyanya yang melibatkan unsur-unsur agama Kristen.

Di London, Handel mengarang oratorio Inggris yang merupakan puncak oratorio Barok; Deborah dan Athalia (1733), II Parnasso in festa (1734), Alexanderfest (1736), II Trionfo del tempi e della verita (versi dua 1737), Saul, Israel in Egypt (1739); L'Allegro (1740), serta Messiah (Dublin 1742, London 1743)

Karya Handel

The Messiah memang ditulis untuk pementasan besar. Koor di sini memainkan peraan penting, di samping 16 aria terdapat 19 lagu besar untuk koor. Lagu koor ini melanjutkan tradisi koor Inggris (Purcell) ditambah dengan patos Perancis serta gaya kontrapung Jerman. Lagu Halleluya yang terkenal kaya dalam bentuk dan penuh variasi, namun masih mudah dimengerti karena lagunya kuat-kuat. The Messiah terdiri dari 3 bagian seperti musik oratorio Handel yang lain.

Oratorio yang lain karangan Handel adalah: Samson (1743), Joseph (1744), Herkules dan Belshazzar (1745), Occasional Oratorio (1746), Judas Maccabaeus (1747), Josua dan Alexander Balus (1748), Susanna dan Solomon (1749), Theodora (1750), The Choice of Hercules (1751 sebagai babak tiga untuk Alexanderfest), Jephtha (1752), The Triumph of Time and Truth (1757).

Karya Handel sangat banyak, sehingga sebuah lembaga di Jerman bernama German Handel Society menghimpunnya pada tahun 1955 dalam 96 Volume sampai saat itu himpunannya dianggap paling lengkap.

Pengaruh

Terhadap musik

Dia dianggap sangat berpengaruh bagi banyak komponis yang hidup sesudahnya, termasuk Haydn, Mozart, dan Beethoven.

Terhadap musik Gereja

Karya Handel beraliran rohani Kristen abad peertengahan. Maka Galib menerimanya sebagai komponis gereja sejati. Walaupun pengaruhnya tidak dirasakan langsung pada zaman Handel hidup, karena dia lebih sering bermusik di kalangan bangsawan dan konserto-konserto, namun kita bisa melihat dari beberapa karyanya. Musik Oratorio adalah musik yang didengar di ruang doa, sehingga pastilah musiknya tenang dan bersifat religius karena diambil dari kisah-kisah Alkitab dalam Perjanjiain Lama. Salah satu oratorionya berjudul Israel in Egypt (1739) dan Saul (1741) Kemudian karya besarnya tentang Messiah yang berjiwa Kristen. Setidaknya tercatat 30 oratorio yang diciptakannya. Musik oratorio tidak berkembang di Inggris karena larangan Protestan yang menganggap musik itu berbau teater. Bahkan lagu Messiah sempat dilarang dimainkan di dalam gedung gereja. Pelarangan serupa juga datang dari Uskup di London karena tidak senang Gereja Katedral santo paulus dipakai untuk  teater.

The Messiah

The Mesiah adalah oratorio yang digubah pada tahun 1741, paling terkenal dan bertema sentral yang diambil dari konsep Yudaisme dan Kristen  tentang Yesus Kristus mulai dari kelahiran, kedatangan Yesus ke dunia, kematian, kebangkitan dan kedatangan Yesus kembali. Oratorio ini terdiri dari 53 bagian yang penuh dengan teknik bermusik, diperdengarkan dengan orkestra, solo, dan paduan suara dan alat musik gesek dan kontinuo.

Oratorio Handel ini menjadi suatu tradisi di Inggris dan dipentaskan terus-0menerus sampai akhir abad 19. Sukses ini selain berdasarkan mutu musik, juga berhubungan dengan gagasan-gagasan Alkitab seperti keadilan, kemerdekaan, martabat manusia, dan tetap aktual.

The Messiah lebih banyak menceritakan kisah tentang kebangkitan Yesus dari kematian, namun setelah kematian Handel, oratorio ini lebih sering ditampilkan pada masa-masa Advent (menjelang Natal).

Haleluya

Ini adalah bagian yang paling terkenal dari The Messiah, yang mengakhiri bagian kedua dari tiga bagian oratorio ini. Syairnya diambil dari tiga ayat Kitab Wahyu dari Perjanjian Baru, yaitu Wahyu 19: 6, Wahyu 11:15, dan Wahyu 19:16.

 Syair asli bahasa Inggris

Hallelujah! for the Lord God Omnipotent reigneth.

The kingdom of this world is become the kingdom of our Lord, and of His Christ; and He shall reign for ever and ever.

King of Kings, and Lord of Lords.

Hallelujah!

Terjemahan bahasa Indonesia

Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Maha Kuasa, telah menjadi raja.

Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.

Haleluya!

Di berbagai tempat di dunia, penonton biasanya berdiri ketika bagian ini dinyanyikan. Konon menurut tradisi, Raja George II dari Inggris begitu tertegun oleh bagian ini sehingga ia bangkit berdiri. Akibatnya, seluruh hadirin yang menghadiri konser itupun berdiri juga, dan demikianlah tradisi itu dimulai.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Georg_Friedrich_Handel

 
Please register or login to add your comments to this article.